Pusaka Taji Gading Raja Rp 1.759.000,-


Benda Pusaka Taji Gading Raja
Price: Rp 1.759.000,-




Ditinjau dari sejarah Indonesia pada jaman kuno, Kerajaan Kutai merupakan kerajaan yang tertua di Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui benda yang ditemukan berupa 7 buah prasasti yang tertulis diatas yupa atau tugu batu dan ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan huruf - huruf Pallawa. Berdasarkan paleografinya, jenis tulisan tersebut diperkirakan sudah ada sejak abad ke-5 Masehi. Dari prasasti tersebut dapat diketahui adanya sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja Mulawarman, putera dari Raja Aswawarman, cucu dari Maharaja Kudungga. Kerajaan ini dikenal sebagai Kerajaan Kutai Martadipura, dan berlokasi di bagian seberang kota Muara Kaman. Pada awal abad ke-13 Masehi, berdirilah sebuah kerajaan baru yang terkenal dengan nama Kerajaan Kutai Kartanegara dengan rajanya yang pertama, Aji Batara Agung Dewa Sakti ( masa pemerintahan tahun 1300 - 1325 Masehi ) dan terletak di wilayah bagian Kutai Lama.


Dengan adanya dua kerajaan besar di kawasan Sungai Mahakam tersebut, akhirnya menimbulkan bentrok diantara keduanya. Pada abad ke-16 tumpahlah peperangan diantara kedua kerajaan Kutai tersebut. Kerajaan Kutai Kartanegara yang dipimpin rajanya, Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa, akhirnya berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai Martadipura. Raja Aji Batara Agung Dewa Sakti kemudian menggabungkan dua kerajaan yang dikuasainya tersebut dan mengubah namanya menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Pada abad ke-17, agama Islam masuk ke Indonesia dan diterima dengan baik oleh Kerajaan Kutai Kartanegara. Selanjutnya banyak nama - nama bernafaskan Islami yang muncul, yang pada akhirnya sering digunakan pada nama - nama raja dan keluarga besar kerajaan dari Kutai Kartanegara. Sebutan bagi para raja pun sering disematkan gelar dengan sebutan Sultan. Raja yang pertama kali menggunakan gelar kesultanan dan menyematkan nama Islam adalah Sultan Aji Muhammad Idris ( masa pemerintahan tahun 1735 - 1778 Masehi ). Kerajaan Kutai juga dikenang sebagai kerajaan yang memiliki peninggalan pusaka bersejarah, terutama yang menjadi senjata khas dari masyarakat Kalimantan.


Salah satu pusaka yang menjadi barang langka incaran para kolektor adalah Benda Pusaka Taji Gading Raja. Pusaka ini mempunyai ukuran kurang lebih sekitar 26 cm x 2 cm, dan diperkirakan berusia sudah sangat tua, dimana pusaka ini konon merupakan peninggalan sejarah dari kerajaan Banjar ( Kerjaan Kutai ) dari abad ke-17 hingga awal abad ke-18 Masehi. Pedhok ( gagang ) dan warangkanya ( sarungnya ) telah mengalami pembaharuan, namun begitu tetap dianggap barang tua bersejarah, karena diperkirakan telah berumur sekitar 200 tahunan. Konon, benda keramat ini memiliki fungsi sebagai pusaka untuk kejayaan dan untuk urusan lainnya. Selain itu juga berfungsi sebagai pagar / perisai badan, penjaga rumah, maupun tempat usaha anda, bahkan sebagai media pengasih, pembentuk kewibawaan, atau hanya sekedar sebagai barang koleksi pribadi yang di pajang di rumah anda.
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Bagaimana Pendapat Anda?