Cupu Kuningan Penutup ada Rantai Rp 150.000,-

Cupu Kuningan Penutup ada Rantai Rp 150.000,-


Buli-Buli Dari Bahan Kuningan

        Buli-buli ini merupakan buli-buli yang terbuat dari bahan dasar kuningan yang masih sangat cantik dan berkilau. Buli-buli ini merupakan buli-buli yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan Anda seperti untuk menyimpan minyak berharga, batu mulia, batu mustika, batu berkhodam, dan berbagai jenis benda lainnya yang ingin Anda simpan dalam wadah yang istimewa ini.

        Buli-buli berwadah kuningan ini didesain dengan desain yang  simple namun tetap gaya. Dibalik desainnya yang terlihat sederhana, sebenarnya buli-buli ini didesain dengan desain yang lumayan modern yang dapat terlihat dari penambahan aksen rantai pada salah satu sisinya. Buli-buli ini berhiaskan aksen rantai untuk mempermudah cara pembawaanya agar mudah digantungkan dan diletakkan di mana saja Anda inginkan. Buli-buli ini juga sudah disertai dengan tutupnya yang dapat digunakan untuk menutupi isi di dalam wadah buli-buli tersebut agar kualitas benda yang berada di dalamnya tetap dalam kondisi yang baik dan tetap terjaga.
 
          Buli-buli sebenarnya adalah sebuah wadah yang berukuran mungil yang berbentuk seperti guci atau mangkuk yang berukuran mungil yang digunakan untuk menyimpan berbagai jenis minyak dari berbagai jenis minyak biasa maupun minyak berharga. Biasanya buli-buli ini terbuat dari berbagai jenis bahan dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan penyimpanan benda yang ingin disimpan ke dalam wadah tersebut. Untuk buli yang berbahan dasar dari tanah liat biasanya digunakan untuk penyimpanan minyak biasa. Dan bila untuk penyimpanan benda yang lebih berharga maka buli-buli yang dipakai biasanya lebih condong ke arah buli-buli yang terbuat dari kuningan maupun keramik.

Di dalam sejarah buli-buli lebih banyak digunakan oleh bangsa Timur Tengah pada saat jaman sebelum dan sesudah adanya sosok Yesus. Buli-buli pada saat itu merupakan alat rumah tangga yang cukup banyak dipakai oleh para masyarakat timur tengah untuk menyimpan berbagai minyak. Penggunaan buli-buli tersebut biasanya disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing tergantung dengan posisi mereka masing-masing dalam masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

          Pada saat itu buli-buli masih banyak yang berbentuk biasa- biasa saja yang masih sangat minim dengan sentuhan seni. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kemudian buli-buli ini semakin lama semakin dibentuk menjadi wadah yang lebih midern dan dibentuk menjadi berbagai bahan dasar. Bila saat itu buli-buli kebanyakan hanya berasal dari bahan tanah liat, kini seiring dengan berjalannya waktu buli-buli dibentuk menjadi berbagai bahan dasar yang lebih modern seperti keramik, kuningan, dan bahkan emas.

Pada saat ini, penggunaan buli-buli hanya digunakan oleh sebagian kecil dari golongan masyarakat saja karena mereka lebih suka menggunakan benda yang lebih modern. Oleh sebab itu keberadaan buli-buli dari tahun ke tahun menjadi semakin langka dan semakin berkurang. Namun sebaliknya para kolektor saat ini samakin memburu berbagai bentuk buli-buli yang beredar karena kelangkaannya dan keunikannya dari buli-buli ini, karena memang keberadaan buli-buli di negara ini masih sangatlah minim jumlahnya dibandingkan dengan negara asalnya.
 
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Bagaimana Pendapat Anda?