Jenis-jenis Dupa


Jenis-jenis Dupa

Dupa adalah sebuah benda yang menebarkan aroma wangi. Dupa sendiri ada bermacam-macam jenisnya dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Mulai dari ritual agama, aromateraphy, mengharumkan ruangan, menambah daya konsentrasi dan banyak lagi. Dupa sendiri banyak dipakai oleh berbagai agama dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Karena memang penggunaan dupa dapat disesuaikan dengan masing-masing budaya, ritual, dan agama dari pribadi yang menggunakannya.

Dupa sendiri tergolong menjadi berbagai macam dengan kemasan yang berbeda-beda. Tak hanya itu, bentuk yang digunakan pun berbeda-beda. Mulai dari hio, kemenyan, dupa untuk berdoa, dupa wangi, dan lain sebagainya. Dupa pun ada yang tersedia dengan cara penggunaan dibakar secara langsung, atau secara tidak langsung. Semua itu tergantung kebutuhan dan tujuan penggunaan dupa tersebut.

Jenis-jenis Dupa yang ada:

· Dupa Lidi

· Dupa Stangi

· Dupa Lingkar

· Dupa Bubuk

· Dupa Kayu

· Dupa Koin

· Dupa Kemenyan

· Dupa Aromateraphy

· Dan masih banyak lagi

Dari berbagai jenis Dupa yang ada berikut adalah penjelasannya:

1. Dupa Lidi (Incense Stick)

Dupa lidi yang juga sering disebut dengan incense stick merupakan dupa yang berbentuk seperti lidi yang dibalut dengan bahan dupa. Dan sebenarnya bentuknya lebih mirip dengan kembang api. Dupa ini merupakan salah satu jenis dupa yang paling umum digunakan oleh berbagai kalangan.

Dupa Lidi ini juga terbagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Dupa Halus

Dupa ini biasanya memiliki panjang 18-35cm. Dan memiliki diameter sebesar 1,5- 1,2mm.

b. Dupa Belimbing

Dupa ini memiliki ukuran panjang 42-90cm dengan diameter dari 1,4-2cm. Dupa ini dapat dipakai selama 2-15 jam pembakaran

2. Dupa Stangi (Incense Cone)

Dupa ini merupakan dupa yang berbentuk kerucut dengan tinggi 3-5cm dan dengan diameter 1,5 - 2,5cm. Di Indonesia sendiri, dupa ini diproduksi dengan ukuran yang cukup besar yaitu dengan panjang 15-25cm dan diameternya 10-15cm. Dupa ini banyak sekali digunakan di berbagai daerah di pulau Jawa.

3. Dupa Lingkar (Incense Coil)

Dupa ini memiliki bentuk yang menyerupai dengan bentuk obat nyamuk namun mempunyai lingkaran yang sempurna dan penuh. Dupa ini terbagi menjadi berbagai jenis jam pembakaran. Ada yang dari 6 jam, 12 jam, 24 jam, 30 jam, 1 minggu, 2 minggu, dan bahkan 1 bulan. Namun yang lebih banyak dipakai dari jenis dupa ini adalah yang 24 jam.

4. Dupa Bubuk (Incense Powder)

Dupa ini merupakan dupa yang terbuat dari bahan kayu gaharu atau kayu cendana yang dikemas dalam bentuk bubuk. Dupa ini biasanya di jual dalam bentuk ons hingga karung. Cara pemakaiannya adalah dengan meletakkan dupa ini pada tempat pembakarannya. Lalu, Anda perlu menyalakan dupa dengan kayu stangi lalu dimasukkan ke dalamnya. Maka bara api yang berasal dari kayu stangi akan membakar dupa bubuk tersebut. Namun banyak orang yang masih tak mengerti cara membakarnya, dan cenderung menghindari jenis dupa ini.

5. Dupa Kemenyan

Dupa ini merupakan dupa yang berbentuk kristal. Dupa ini memiliki warna putih dan ada juga yang berwarna kecoklatan. Kemenyan ini sebenarnya adalah getah yang telah mengering yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Mulai dari wewangian ruangan, aromateraphy, ritual agama, pengobatan, dan lain sebagainya.

Selain dupa diatas, masih ada juga dupa koin dan dupa kayu. Namun kedua jenis dupa tersebut masih jarang digunakan di Indonesia.
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Bagaimana Pendapat Anda?