Misteri Lawang Sewu

Tahukah Anda, bahwa Lawang Sewu telah dinobatkan sebagai tempat kedua terseram di Asia ? Mengapa seperti itu ? Berikut adalah ulasannya.

Lawang Sewu atau yang memiliki arti harfiah sebagai Seribu Pintu merupakan bangunan kuno yang terletak di Semarang, Jawa Tengah yang dibangun pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1904. Lawang Sewu ini merupakan sebuah kantor pusat Kereta Api swasta milik Belanda yang bernama Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij atau yang juga disingkat dengan kata NIS. Lalu, setelah Indonesia telah merdeka. Bangunan tersebut menjadi kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) yang kini lebih dikenal dengan sebutan PT Kereta Api Indonesia.

Konon, Lawang Sewu merupakan tempat dimana para tentara Indonesia disiksa pada masa peperangan. Lorong+lorong dan ruangan-ruangan yang banyak dan tersembunyi seakan merupakan lokasi yang mendukung untuk menyiksa para tentara tanpa ampun. Bahkan tak jarang para tentara itu akhirnya mati sebelum dibunuh karena tidak kuat dengan aksi siksaan yang mereka terima oleh para prajurit Belanda. Dan mungkin hal itulah yang mendasarai angkernya tempat ini. Karena ada cerita dan bayang-bayang kematian yang pernah terjadi di sana ratusan tahun yang lalu.

Kini, bangunan tua tersebut hanya menyisakan misteri dan menjadi saksi bisu akan apa yang terjadi di masa lalu. Lorong-lorong seram dengan jarak yang begitu luas membuat tempat ini seakan ramaih dihuni oleh makhluk-makhluk yang tak nampak. Ditambah dengan pintu-pintu dan jendelanya yang tampak tinggi dan luas yang membuat penampilannya makin terasa hampa, dingin, dan menyeramkan. Bahkan konon, bila tak berhati-hati anda bisa saja tersesat bila berjalan-jalan sendiri tanpa bantuan peta maupun penunjuk jalan yang ada.

Sejak tahun 2011, lawang sewu ini dipugar dan dijadikan sebagai cagar budaya bagi para masyarakat Indonesia. Bahkan tak jarang, tempat itu kian banyak digunakan sebagai lokasi destinasi wisata misteri/ horror bagi mereka yang menyukainya. Kehorroran Lawang Sewu ini sebenarnya semakin menjadi setelah tempat ini diduduki oleh para penduduk Jepang. Berbagai cara pembunuhan dan penyiksaan mereka lakukan di tempat ini secara tersebar di beberapa tempat. Mulai dari merendam tawanan di kolam yang diisi air seleher, pengurungan, dan juga pemenggalan secara massal.

Lawang Sewu juga kerap dijadikan sebagai tempat uji nyali dari berbagai kalangan. Baik pribadi, maupun secara team dari berbagai stasiun televisi yang terkenal di Indonesia. Bagi mereka yang menjajal uji nyali di tempat tersebut kiranya membutuhkan mental yang kuat. Karena bila tidak, maka bukan tidak mungkin mereka akan mengalami kesurupan seperti beberapa orang yang lainnya. Namun tentunya banyak orang yang masih penasaran dan tak kehilangan nyali walau hanya untuk melihat-lihat di tempat tersebut.

Lawang Sewu sendiri bisa dibilang merupakan kuburan secara tidak resmi bagi para tawanan masyarakat Jepang. Karena disana ada ratusan bahkan ribuan jasad yang tak tersentuh yang dibiarkan tumpuk menumpuk menjadi satu dalam delapan ruangan yang ada di sana. Setelah itu, untuk menutupi baunya, mereka membuat semen agar bau yang ada tak lagi tercium ke ruangan lainnya.

Anda tentunya dapat membayangkan berapa banyak mayat yang bertumpuk menjadi satu tersebut yang berada di delapan ruangan. Dan lagi tentunya tak semua mayat tersebut utuh dengan kepalanya. Karena ada beberapa mayat yang sengaja dipenggal bila mereka masih tetap hidup setelah 7 hari di penjara jongkok yang sangat dikenal mencekam. Bahkan ada yang menyatakan bahwa penyiksaan di tempat ini setara dengan penyiksaan NAZI yang sangat terkenal itu.
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Bagaimana Pendapat Anda?