Ritual Ushi no Kaku Mairi (丑の刻参り)



Ushi no Kaku Mairi adalah sebuah ritual kuno yang berasal dari jaman Edo yaitu sekitar tahun 800an yang bertujuan untuk mengutuk seseorang yang dibenci selama 7 hari. Ritual ini digambarkan seperti 'Ritual Voodo' ala Jepang. Ritual ini masih digunakan oleh beberapa orang hingga saat ini untuk melenyapkan seseorang yang dibenci dengan cara mengutuknya di tempat tertentu.

Untuk menjalani ritual ini, cara melakukannya adalah gampang-gampang susah. Karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk yang mengutuknya.



Persyaratan yang ada adalah:

· Menggunakan yukata berwarna putih

· Menggunakan trivet secara terbalik di atas kepala, lalu dipasangi 2-3 lilin menyala diatasnya

· Memakai geta/ bakiak 1 gigi (yang kakinya dua depan belakang)

· Menyediakan boneka jerami yang dibentuk menyerupai manusia yang dapat ditempeli foto, diselipkan rambut, maupun darah sang target

· Paku Gosunkugi (paku berukuran 15,15cm) beserta palunya

· Kuil (kuil yang khusus untuk digunakan untuk mengutuk, seperti kuil Kifune/ Kibune)

· Waktu (antara pukul 1-3 dinihari)





Untuk melakukan ritual ini, sebaiknya boneka jerami ini dipakukan ke pohon dengan mengarah ke timur laut. Karena menurut kepercayaan yang ada, timur laut merupakan arah dimana datangnya setan. Dan pada saat memaku boneka jerami tersebut, pemaku tersebut haruslah berdoa kepada Tuhan tersebut lalu memakunya dengan aturan yang telah ada. Ia harus melakukannya pada dinihari sekitar pukul 1-3 pagi selama 7 hari berturut-turut.



Aturan memaku yang ada adalah:

· Pada hari 1-2 yang harus dipaku adalah bagian tangan

· Pada hari 3-4 yang harus dipaku adalah bagian mata

· Pada hari 5-6 yang harus dipaku adalah kaki

· Pada hari ke-7 yang harus dipaku adalah seluruh tubunh hingga boneka jerami penuh dan sang target mati dengan tiba-tiba



Di Jepang sendiri, kutukan ini sebenarnya dianggap illegal. Jadi bila ada orang yang kedapatan melakukannya, ia akan ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.



Sebenarnya ritual ini mempunyai sejarah tersendiri.



Dahulu kala, ada seorang wanita muda yang cantik, namun karena sesuatu suaminya kemudian berselingkuh dengan wanita lain. Karna marah, wanita ini kemudian melakukan ritual ini dan mengutuk suaminya di Kuil Kifune, Kyoto selama 7 hari berturut-turut. Setelah itu, ternyata suaminya memang benar-benar mati dengan sengsara. Namun pada akhir cerita, sang wanita pun berubah pula menjadi setan Oni, karena termakan kutukannya sendiri.



Kemungkinan cerita tentang berubahnya wanita di atas, hanyalah isapan jempol belaka agar tidak ada yang melakukan ritual ini. Karena memang faktanya, bila Anda berjalan-jalan di sekitar kuil Kifune, mungkin Anda akan mendapatkan pohon yang masih berlubang paku yang jelas, yang masih baru digunakan. Tapi yang pasti, untuk melakukan ritual ini, membutuhkan keberanian yang amat besar.
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Bagaimana Pendapat Anda?