Beberapa Mitos Yang Ada di Kota Jogja


Bila Anda kebetulan singgah di kota Jogja, mungkin ada baiknya Anda mengetahui sedikit mitos yang ada di kota Jogja guna menambah wawasan. Di kota ini ada beberapa mitos kuno yang masih dipercayai hingga saat ini khususnya di daerah-daerah yang masih berupa perkampungan. Berkut adalah beberapa mitos yang masih kental yang banyak dipercaya oleh masyarakat tua di sana.

1. Derap kaki kuda di Malam Hari

Bila pada suatu malam, Anda kebetulan mendengar suara derap langkah kaki kuda yang melewati kamar atau rumah yang sedang Anda tempati di kota Jogja, maka itu artinya Anda akan sangat betah berada di kota Jogja.

Dan ternyata suara derap langkah kaki ini merupakan suatu simbol dari Kanjeng Ratu Kidul yang memberikan pangestu (restu/ijin khusus) untuk kita tinggal di jogja dengan aman dan damai.



2. Burung Bence dan Culi



Burung Bence merupakan seekor burung yang kedatangannya ditandai dengan ocehannya yang berbunyi pada tangah malam. Kedatangan burung uni mengisyaratkan atau membawa peringatan akan ada suatu bahaya seperti kematian, bencana, dan lain-lainnya.



Sedangkan burung Culi merupakan burung yang akan muncul untuk memberi tanda bahwa ada sebuah jenazah yang tali dari kain kafannya belum dilepas dan minta dilepaskan. Culi sendiri merupakan nama yang diambil dari bahasa jawa yaitu 'diuculi' yang berarti dilepaskan.



3. Dilarang Menunjuk Kuburan



Larangan menujuk kuburan ini ada karena katanya barangsiapa yang menunjuk kuburan jarinya dapat berubah jadi bengkok dan tidak normal. Menunjuk kuburan sendiri juga memiliki arti bahwa kita menantang setan yang menghuni daerah kuburan yang sedang kita tunjuk.



Biasanya untuk mereka yang tidak sengaja menunjuk kuburan, maka yang harus dilakukan adalah menggigit jari kita yang digunakan untuk menunjuk (bila perlu sampai berdarah sekalian) dan menyentuhkan jari tersebut ke tanah dengan mengatakan 'amit-amit ora ndulit !'. Dan tanah yang ada di jari tersebut baru boleh dibersihkan pada saat telah sampai dirumah agar tidak terkena gangguan para hantu kuburan.



4. Mbah Atin



Mbah atin merupakan tokoh kuno yang ada di Jogja. Mbah atin merupakan seorang nenek yang mengenakan jarik serta kebaya ala jaman dulu dan mengempit tas berwarna hitam yang akan mendatangi dimana saja tempat yang mengabarkan berita kematian. Hingga pada akhirnya, mbah Atin ini dicurigai sebagai nenek yang membawa kematian di sejumlah daerah lantaran kemunculannya yang terbilang cukup aneh.



5. Hantu Biyung



Hantu ini merupakan hantu yang berada di dalam benteng yang tidak pernah menampakkan wujudnya hanya menyuarakan kalimat, "aduh, biyung, tulung" yang artinya ia meminta pertolongan. Kalau sudah mendengarnya lebih baik tidak usah dicari dan segera membaca doa saja agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan.



6. Legenda Lampor



Lampor merupakan sebuah pasukan tentara milik kerajaan Ratu Pantai Selatan yang datang menggunakan kereta kuda dengan tujuan mengantarkan sang Ratu yang hendak berkunjung dengan kereta Kencananya menuju Gunug merapi dengan melewati kali Code.



Pada saat ia lewat akan benar-benar terdengar suara gemerincing kudanya yang dapat didengar dan dilihat secara nyata oleh beberapa orang. Dan pada jaman dahulu orang yang kebetulan melihat dan mendengarkannya adalah seorang tukang becak yang kemudian menuliskan kisahnya menjadi sebuah cerpen. Namun setelah ia menjadi juara ia menolak untuk menulis lagi. Karena alasan menulisnya mungkn hanyalah ingin menceritakan tentang pengalamannya saja yang telah kebetulan melihat sang Kanjeng Ratu.
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

1 komentar :

Bagaimana Pendapat Anda?