Wanita yang Pernah Mengalami Stigmata


Stigmata adalah kejadian dimana seseorang mengalami tanda-tanda luka yang dialami oleh Yesus ketika ia disalibkan yang muncul secara tiba-tiba pada tubuh seseorang. Stigmata ini merupakan luka tanda sengsara Yesus yang disalibkan dan dipaku pada bagian telapak kaki dan tangan, kepala yang berdarah karena mahkota duri, dan bilur-bilur penderitaan di seluruh tubuh, dan juga luka tombak di bagian lambung. Seseorang dapat mengalami tanda-tanda stigmata hanya salah satu saja, atau bahkan semua tanda di sekujur tubuhnya. Stigmata ini juga ada yang sifatnya sementara saja, maupun permanen.



Tanda stigmata ini bukanlah merupakan tanda penyakit ataupun kelainan dari tubuh seseorang. Menurut penelitian dari suatu gereja, tanda stigmata ini merupakan tanda supranatural yang merupakan suatu tanda dari Tuhan. Suatu stigmata juga merupakan suatu tanda persatuan seseorang dengan Yesus yang tersalib. Sehingga seseorang yang mempunyai tanda stigmata di tubuhnya diwajibkan untuk hidup dengan mengamalkan kewajibannya sebagai pengikut yesus dengan gagah berani, tabah menerima penderitaan secara fisik maupun rohani, dan juga tekun berdoa untuk mencapai suatu persatuan dengannya.



Para wanita yang mengalami stigmata dalam hidupnya adalah:



1. Enza Milano 1970





Kejadian stigmata ini bermula di awal tahun 1970 di sebuah kota kecil yang bernama Termini Irnerese, Sicilia. Sejak seorang pendeta yang bernama Padre Pio, dua tahun kemudian wanita yang bernama Enza Milano kemudian mengaku mendapatkan kunjungan dari Roh Pendeta Padre Pio tersebut.



Dalam mimpinya, Enza Milano bermimpi ditusuk di kedua telapak tangan, kaki, dan juga dadanya dengan menggunakan pisau yang berkilauan. Dan setelah terbangun dari mimpinya, luka-luka tersebut kemudian muncul secara misterius seperti saat berada di dalam mimpi.



Setelah itu, ia pun memeriksakan dirinya ke dokter dan mewminta dirawat. Dokter pun menutup semua lukanya dengan perban. Dan keesokan harinya saat perbannya dibuka, ternyata kondisinya bukannya semakin sembuh, justru semakin bertambah parah.



Namun sejak saat itu tidak ada cerita lagi mengenai kondisinya karena stigmata tersebut.



2. St Gemma Galgan



Seorang wanita dengan nama lengkap Maria Gemma Umberta Pia Galgani yang lahir di Carnigliano Italia ini dilaporkan mengalami stigmata saat menginjak umur 21 tahun. Wanita ini secara misterius mendapatkan luka di telapak tangan, dada, pergelangan kaki, dan juga luka di bagian kepala layaknya mahkota duri.



Darah ini selalu mengalir setiap hari kamis malam pukul 11.00 hingga hari jumat pada pukul 03.00.



Pada awalnya ia panik dan ketakutan namun menyembunyikan luka dan sakit yang dirasakannya. Namun kemudian akhirnya ia memberanikan diri dan mengaku pada gerejanya. Dan sepanjang hidupnya ia habiskan untuk memerima luka tersebut dan berdoa kepada Tuhan.



3. Marie Rosse Ferron



Marie Rose Ferron merupakan wanita yang lahir pada tahun 1902. Wanita ini pernah mendapatkan penglihatan mengenai Yesus kecil saat berusia 6 tahun. Dan ia pun juga dibesarkan di keluarga yang religius dengan pengalaman-pengalaman yang semakin nyata.



Hinnga mencapai usia 22 tahun, ia dikabarkan tidak pernah mengkonsumi makanan padat, namun hanya mengkonsumsi makanan cair saja. Dan pada usia 26 tahun, secara misterius ia mendapati tanda-tanda stigmata pada tubuhnya. Telapak tangan, pergelangan kaki, dada, bahu, serta bagian kepala mengeluarkan darah. Sementara mata dan mulutnya pun tak luput mengeluarkan darah.



Luka-luka tersebut hanya muncul pada hari Jumat, dan kemudian menghilang pada hari sabtu. Dan pada saat ia meninggal, ada 15.000 orang lebih yang menyaksikan pemakamannya di tahun 1936.



4. Therese Neuman, 1962



Therese Neuman adalah seorang wanita yang dilahirkan pada tahun 1898 silam. Pada umur ke-18, gadis ini jatuh dan mengalami buta secara temporer. Namun, pada tahun 1919 ia pun jatuh lagi dan mengalami kebutaan secara permanen. Ia pun menghabiskan sisa hidupnya dengan berbaring di ranjang saja.



Keluarganya pun tak tinggal diam, mereka mendukung dan menyemangatinya baik secara materi maupun psikis. Mereka pun juga selalu membacakan cerita-cerita religius untuk menghiburnya. Setelah 6 tahun berlalu, secara ajaib ia mendapatkan penglihatannya kembali dan dapat mulai berjalan dengan normal.



Namun pada tahun 1926, ia pun bermimpi bahwa dari bagian matanya terdapat luka dan mengeluarkan darah. Tak hanya itu, tanda-tanda stigmata pun kemudian terlihat pada telapak tangan, pergelangan kaki, dahi, dan juga punggungnya. Tanda-tanda stigmata tersebut begitu terlihat karena darah yang keluar dari mata dan adanya beberapa bagian tubuh yang terluka seperti saat Yesus disalibkan.



Namun tanda-tanda itu hanya muncul pada malam jumat agung saja.



5. Mary Ellen Lukas, 1954



Mary Ellen lukas merupakan wanita yang dilaporkan telah mendapatkan tanda-tanda stigmata dan masih hidup hingga tahun ini. Selama bertahun-tahun ia berusaha merahasiakan cerita stigmata dari media dan hanya menyimpannya demi nama gerejanya saja.



Selama bertahun-tahun lamanya ia tak pernah menunjukkan jati dirinya dan bagaimana luka itu didapatkannya di hadapan media.



Namun ia berkeliling negara dan memberikan kesaksian pada gereja-gereja dan menceritakan bagaimana ia mendapatkan tanda stigmata yang ada pada dirinya.



Stigmata yang dialaminya adalah darah yang keluar dari telapak tangan, pergelangan kaki, dan juga pada bagian dahi. Luka-luka tersebut semakin parah pada saat Jumat Agung tiba.



Ia tak pernah menunjukkan maupun mengijinkan media untuk mengambil foto lukanya. Sehingga ia biasa bepergian dengan menggunakan sarung tangan untuk menyembunyikan luka tersebut dari hadapan umum.
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Bagaimana Pendapat Anda?