Sejarah Berbagai Jenis Perhiasan dari Masa ke Masa



 Tahukah Anda bahwa sejak awal ditemukan, berbagai perhiasan mempunyai tren yang terus bergulir dari waktu ke waktu. Setiap zaman yang ada memiliki berbagai jenis perhiasan, jenis, bentuk, dan jenis bahan yang populer dengan jenis yang berbeda-beda.

Berikut adalah berbagai perhiasan yang populer dari masa ke masa:

Mesir Kuno (5550SM - 20SM):

Masa ini merupakan era baru dalam penggunaan perhiasan. Pada masa ini diawali dengan penggunaan tembaga sebagai bahan untuk dibentuk menjadi perhiasan. Setelah trend tembaga berlalu, tren ini berganti menjadi tren manik-manik berkilau yang didesain menjadi aneka bentuk. Mulai dari antelob, kumbang, harimau, sayap burung, scarab, dan berbgai bentuk lainnya. Selain itu pada jaman mesir kuno, mereka juga memakai berbagai macam batu-batuan alam untuk digunakan sebagai perhiasan. Mulai dari amethyst, carnelian, pirus, calcedony, lapis lazuli, dan feldspar.

Mesopotamia Kuno ( 2750SM - 1200SM)

Masyarakat Mesopotamia kuno kebanyakan menggunakan perhiasan batu-batuan seperti Carnellian, Lapis Lazuli, Jazper, dan akik. Masyarakat ini juga cenderung membuat perhiasan dengan desain-desain seperti dedaunan, spiral, anggur, dan kerucut.

China Kuno (2200SM - 300SM)

Pada masa China Kuno, jenis perhiasan yang paling banyak digunakan adalah batu giok dan betu berlian. Pada masa itu, mengukir batu giok merupakan kesenian yang paling indah dan dikagumi pada masyarakat di Dinasti Shang (1600SM - 1050SM). Desain perhiasan yang populer digunakan pada masa itu adalah bentuk-bentuk seperti bunga, sayap burung, kura-kura, phoenix, naga, dan yang menyerupai bentuk gulungan. Berbagai jenis perhiasan yang digunakan pada masa itu adalah; cincin, gelang, kalung, liontin koin, mahkota, hiasan kepala, hiasan dada, dan candi. 

Yunani Kuno (1400SM - 31SM)

Perhiasan di masa Yunani kuno didominasi batu-batuan seperti amethyst, carnellian, calcedony, garnet, mutiara, dan zamrud. Sedangkat bentuk desain perhiasan yang populer pada masa ini adalah berbagai macam hewan dan kerang.

Romawi Kuno (500SM - 400M)

Batu permata yang populer pada masa ini adalah batu mber, berlian, garnet, jet, safir, mutiara, dan zamrud. Selain itu masyarakat masa Romawi Kuno sangat menyukai cincin yang dihiasi cap, aneka bros, dan berbagai jimat yang didesain dengan kepala binatang dan ular yang melingkar.

Abad Pertengahan (1066 - 1485)

Pada masa abad pertengahan, berbagai jenis perhiasan yang ada meluas dengan bantuan agama-agama yang ada. Jenis perhiasan yang populer pada masa ini adalah berbagai perhiasan rambut dan pakaian yang biasa digunakan saat upacara keagamaan, perhiasan kepala, liontin, kalung, gelang, cincin, dan gesper.
Sedangkan berbagai jenis batuan yang populer pada masa ini adalah batu berlian, ruby, safir, mutiara, dan zamrud.

Georgia (1760-1830)

Pada masa ini berbagai perhiasan yang ada lebih terfokus dengan desain-desain yang terlihat mewah dan rumit, contohnya adalah kalung multi rantai dan sejenisnya. Semakin terlihat mewah dan rumit, maka akan semakin tinggi harganya di pasaran. Sedangkan berbagai jenis batuan yang populer digunakan sebagai perhiasan pada masa ini adalah mutiara, batu ruby, safir, dan zamrud.

Victoria (1835 - 1900)

Pada era ini, kebanyakan masyarakat yang ada sangat menyukai berbagai desain perhiasan yang cenderung romantis dan natural seperti bentuk hati/ love, bintang, bulan sabit, dan hewan seperti burung serta serangga. Jenis perhiasan yang sering dipakai pada masa ini adalah; cincin biasa, cincin yang berhiaskan batu mulia (berlian, ruby, safir, dan zamrud), cincin yang berhiaskan batu semi mulia (amethyst, coral, garnet, dan opal), bros, kalung, dan gelang.

Art Nouveau (1890 - 1910)

Pada masa ini berbagai perhiasan yang ada didesain dengan sangat berseni. Berbagai perhiasan yang ada didesain indah dengan garis-garis meliuk seperti bunga, dedaunan, dan sebagainya. Pada masa ini kebanyakan orang juga menggunakan berbagai batu semi permata untuk dijadikan sebagai perhiasan.

Edwardian (1895 - 1915)

Berbagai desain perhiasan yang ada pada masa ini sedikit mirip dengan gaya Art Nouveau, hanya saja desain yang ada dirubah menjadi lebih fun dan ceria.

Art Deco (1920 - 1935)

Berbagai masyarakat pada masa ini menyukai berbagai perhiasan dengan desain yang cenderung abstrak, warna warni yang cerah, berbagai bentuk geometris, berbagai seni oriental yang dihiasi dengan berbagai batu seperti berlian, ruby, safir, zamrud, opal, amethyst, coral, garnet, dan mutiara. Pada masa ini pula pemakaian jam tangan mulai populer untuk digunakan di berbagai kalangan serta memiliki desain yang lebih beragam daripada yang sebelumnya.

Retro (1939 - 1949)

Pada masa ini jenis perhiasan yang ada lebih dipengaruhi oleh kondisi perang dunia ke 2. Berbagai bentuk perhiasan yang ada kebanyakan menjadi lebih banyak desain dengan motif patriotik. Dabn karena terjadinya embargo pada batu mulia, pada masa ini masyarakat mulai kembali menggunakan perhiasan dengan bahan logam, semi mulia, dan juga perhiasan sintetis.

Era 1960-an

Pada masa ini, setelah berakhirnya perang dunia ke 2 para masyarakat dunia mulai melirik lagi berlian, perhiasan dengan warna-warna cerah, minestone, penggunaan manik-manik besar, dan berbagai batu permata lainnya. Penggunaan batu berlian pada masa itu kian populer hingga masa kini. Berlian merupakan perhiasan yang hampir tak pernah mati ditelan zaman.
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Bagaimana Pendapat Anda?